Test Bandwith via Terminal (Indonesian Version)

Jika kita ingin melakukan pengukuran bandwith koneksi internet sekarang dapat dilakukan dengan mudah via terminal, saya menggunakan tool speedtest-cli. Dengan mengacu pada command line pada blog yang dibuat Matt Martz tentang (Measure Internet Connection Speed from the Linux Command Line), pengukuran tersebut dapat digunakan untuk mengukur kecepatan download dan upload sebuah koneksi internet. Berikut langkah yang harus ditempuh melalui terminal :
Baca lebih lanjut

Iklan
Dipublikasi di Linux | Tag , | Meninggalkan komentar

Setting Konfigurasi Modem USB di Ubuntu 14 Trusty Tahry

Susah susah gampang untuk coba konfogurasi modem USB di linux, karena ingin terkoneksi ke internet coba-coba baca artikel kemudia dikompilasi dan Alhamdulillah connect juga :).

Beberapa langkah yang harus dilewati :
Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Linux | Tag , , | Meninggalkan komentar

Wawancara pertama…

Pagi selepas sahur entah kenapa perasaan jadi tak menentu, berangkat atau tidak kejakarta. mungkin ini sedikit aneh karena ini wawancara pertamaku dikantor. Sebuah perusahaan yang bergerak di industri IT Security memanggilku untuk wawancara.

Semangat adalah kata pertama setelah shalat subuh yang aku niatkan, dengan motor kesayanganku, aku berangkat jam 05.00 pagi menuju statsiun bogor. 1/2 jam perjalanan dengan udara dingin menusuk tulang akhirnya sampai juga di statsiun, tergesa-gesa sambil bertanya ke tukang koran “bang ekspress jam berapa?” tanyaku. dengan semangat sambil mengasongiku sebuah koran tempo dia menjawab ” jam 6 kurang 10 menit mas”, tegasnya.
Baca lebih lanjut

Dipublikasi di My Story | Meninggalkan komentar

Bersemilah Ramadhan 1431 H

Kiranya waktu ini berulang, sungguh kehampaan yang kudapatkan satu tahun kebelakang seakan-akan aku menyeretnya dengan berat. Keletihan berlari mengejar dunia yang tak kunjung berakhir dan kelalaian yang membuatku benar-benar tidak mengenal lagi wajah agama ini karena telah melupakan hak dan kewajibannya.

Selepas matahari tenggelam di bulan rajab yang telah kucukupkan  dengan dosa dan maksiat, lalu ku masih diberikan kesempatan  menyambung kembali embun kehidupan pada bulan sya’ban.

Kemudian bersemilah cahaya ramadhan kepadaku setelah keduanya, kesempatan untuk tidak mengulang lagi dosa dan menjadikannya bulan penuh keberkahan.

Bahagia telah bercampur dengan duka, tangis telah bercampur pula dengan senyuman. Bahagia karena aku mendapatkan tambahan waktu bertaubat. Sedih karena dahulu terlalu bercucuran keringat kelalaian dan kemaksiatan.

Bangunlah seraya ingin mengingatkan, Uban sudah mulai merambat di kepalaku, akan berlalu masa sehingga engkau akan menjadi tua, dan al-jaza’ min jinsil ‘amal.. aku akan memetik sesuai dengan apa yang kutanam.. Aku tidak ingin nantinya menulis goresan yang sama di ramadhan tahun depan, menulis dengan air mata ampunan pada Allah.

Bersemilah ramadhan…bersemilah ramadhan…

Dipublikasi di Renungan | 2 Komentar

What I’ve Got after 1 Years

Hari ini tepat 1 tahun saya berada dikampus. Berkutat dengan komputer lab yang ga pernah berubah warna, setelah 4 tahun lebih menjadi asisten dosen saya mencoba menaikan derajat menjadi pengajar honorer di salah satu fakultas.

Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Iqbal, My Story, Unek-Unek | Meninggalkan komentar

Kampus Kenangan

Agustus 2003, pagi hari jam 7.00 teng…saya telat dateng untuk acara orientasi mahasiswa atau bahasa kunonya ospek, sekitar 10 orang senior sudah tersenyum kegirangan ada ade kelasnya siap untuk di kerjain…
Baca lebih lanjut

Dipublikasi di My Story, Unek-Unek | Meninggalkan komentar